Prestasi. Sebuah kata yang sering sekali digembar-gemborkan dimanapun dan kapanpun. Para akademisi - mulai dari siswa biasa hingga mahanya-siswa- selalu menjadikan kata "prestasi" sebagai topik utama dalam setiap pembahasan, seolah hal ini benar-benar amat urgent. Sebenarnya apa sih prestasi itu? Apakah prestasi itu hanya soal menang dalam lomba-lomba, juara 1 di kelas, jadi siswa teladan atau mahasiswa berprestasi di perkuliahan? Apa hanya itu?
Sungguh naif jika kita menilai prestasi hanya sebatas sesuatu yang dapat dilihat dengan lugas dan gamblang. Bagaimana nasib orang-orang antimainstream yang mempunyai keahlian-keahlian unik yang bahkan tidak ada lomba yang bisa menampungnya? Apakah mereka juga harus menang lomba terlebih dahulu baru bisa dikatakan berprestasi? Atau mungkin selama ini pemahaman kita saja yang terlalu sempit sehingga menilai prestasi hanya soal materi, hanya soal piala, piagam, dan uang (?).
Iya, dari kecil kita terdoktrin untuk menganggap prestasi sebagai suatu keharusan. Sayangnya, doktrin tersebut terlalu dangkal, tak jauh-jauh dari kata juara 1 -piala dan piagam- Kalau prestasi hanya menyoal itu maka kata itu lama-kelamaan sudah tidak asyik lagi untuk dibicarakan, kawan. Orang yang mendapatkan hal-hal semacam itu sudah terlalu banyak, bukan? Orang pinter, orang yang memiliki inteligensi tinggi, dan orang-orang lain yang diberikan gifted oleh Allah-mungkin dengan sedikit usaha saja mereka dapat meraih prestasi tersebut. Lalu, apakah benar orang-orang dengan inteligensi biasa-biasa saja seperti kita tidak memiliki kesempatan untuk berprestasi? I'm definitely say "that's wrong" ! Aku percaya bahwa setiap manusia terlahir unik dengan sisi keluarbiasaan masing-masing yang tidak dimiliki oleh orang lain. It isn't just about how big your IQ, guys!
Kawanku, makna prestasi itu sungguh luas. Bersyukurlah dan banggalah pada apa yang sudah kita capai hingga detik ini. Allah menciptakan kita untuk tujuan tertentu, bukan dengan kesia-siaan.
"Apakah kalian mengira bahwasanya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maha tinggi Allah Raja Yang Maha Benar. Tiada sesembahan - yang benar - kecuali Dia, Rabb Yang memiliki Arsy yang mulia." (Q.S Al-Mu'minun : 115-116)
Allah memberikan kita banyak sekali kesempatan untuk berbuat baik dengan segala atribut-atribut yang melekat pada kita, jadi mengapa kita menyusahkan diri kita sendiri demi meraih segala kriteria-kriteria "berprestasi" menurut orang lain? Jika kita hanya mengejar kemenangan-kemenangan yang sifatnya duniawi seperti itu, lalu sudahkah kita mengetahui hakikat hidup ini? Jangan-jangan kita lupa makna berprestasi di mata Allah sendiri.
Mari kita lihat, makna kemenangan, kesuksesan, dan prestasi menurut Allah.
"Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya ; dan itulah kemenangan yang besar." (Q.S An-Nisaa' : 13)
Jadi, kita tidak juara 1 pun tidak apa-apa, tidak mendapat pujian dari orang-orang juga bukanlah hal yang penting. Justru yang harus kita khawatirkan adalah kok saat kita ibadah ingin cepat-cepat selesai, kok membaca Al-Qur'an sedikit sudah menguap ngantuk. Dan segala kok-kok-an lainnya.
Mengejar prestasi di dunia itu sah-sah saja. Allah juga berfirman tentang perintah mengerjakan urusan akhirat yang diimbangi dengan dunia dalam Q.S Al-Qashas ayat 77 :
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
Cari tahulah, apa yang kita sukai, apa yang membuat kita bahagia, apa yang membuat kita seakan hidup selamanya di dunia. Rasulullah SAW bersabda, "bekerjalan untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan bekerjalan untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok."
FYI, orang yang berprestasi adalah orang yang konsisten dalam menjalani aktivitas yang ia kuasai, hingga ia bisa menjadi pembeda diantara yang lain. Orang yang berprestasi ibarat sebutir berlian dalam batang-batang emas. Jika menjadi seorang dokter itu sudah biasa, maka menjadi dokter yang tulus dan ikhlas dalam melayani pasiennya adalah sebuah prestasi. Jika menjadi seorang guru memang sudah terlalu banyak, maka menjadi guru yang dirindukan oleh muridnya adalah prestasi. Jika seorang pembicara-pembicara terkenal seperti Mario Teguh itu sudah tidak bisa dihitung lagi, maka menjadi pendengar yang baik adalah sebuah prestasi. Dan ada banyak hal-hal lain yang sering kita remehkan, tertutupi oleh pandangan klise manusia.
Jadi, masihkah kita berpikir bahwa prestasi itu hanya soal -piala dan medali-? Karna jika kita terus-terus berpandangan semacam itu, jangan-jangan kita melupakan jati diri kita yang sebenarnya. Jangan-jangan tanpa sengaja kita telah mengubur bakat-bakat langka kita demi mendapat pengakuan hebat menurut orang pada umumnya. Jangan-jangan kita LUPA bahwa hakikat sebuah kebahagiaan terletak di hati.
Kawanku~ sungguh miris jika kita sampai terjebak dalam doktrinasi tersebut. So, mulai dari sekarang, tegakkanlah tubuhmu, melangkahlah dengan percaya diri, teriakan pada dirimu dalam pantulan cermin bahwa "kau bisa dan kau keren!" Asalkan kita tau apa yang kita mau, prestasi itu akan selalu mengikuti. Orang-orang akan mengenal kita, tanpa perlu mengkoar-koarkan apa yang sudah kita capai. Kuncinya adalah : sukai dan nikmati! Semengat kawan, I'm proud of you all! :)