Copyright © My Distractions
Design by Dzignine
Selasa, 24 November 2015

Sajak Kerinduan


Aku tak tau kapan tepatnya, aku merasakan kehadirannya.
Entah semenjak aku lahir, atau bahkan saat aku masih di rahim ibuku. Aku tak tau.
Yang aku tau, ia adalah teman masa kecilku.
Ah, sobat karib lebih tepatnya.
'Cause he always beside me no matter what.
My best listener and teacher.

Dialah yang mengenalkan Allah padaku.
Mengajariku makna hidup.
Menggambarkan dunia, seolah dunia hanya berada dalam genggamannya.
Dialah guruku sepanjang masa.
Aku yang sering dia hebat-hebatkan.
Menerbangkanku seolah aku memang sehebat itu.
Sedangkan dia sendiri selalu merasa rendah dihadapanku.

Saat mataku mulai kehabisan cahaya untuk melihat dunia.
Dia menjadi mataku.
Saat gerimis perlahan-lahan menjadi hujan lebat.
Dia menjadi atap bagiku.
Saat kakiku mulai gentar untuk melangkah.
Dia pinjamkan kakinya untukku.

Dunia zaman dulu dan sekarang tak jauh beda.
Masih menyeramkan. Bedanya, kini aku tanpa kehadirannya.
Dewasa ini sungguh memberatkanku.
Aku harus tetap menjaga kelopak mataku
Untuk bersiap siaga sepanjang waktu.
Bersiap melawan segala bahaya.
Walau pada akhirnya, aku hanya bisa menghindar, bukan melawan.
Aku butuh sosoknya.

Dulu sewaktu aku kecil, rengekanku hanya soal balon dan permen.

Aku yang sering merajuk minta ini itu.
Dia yang dengan sabar menurutiku.
Hingga pada akhirnya, saat aku tak bisa melihatnya lagi.
Aku menjadi diriku yang lain.
Diriku yang entah semakin baik atau semakin buruk.
Aku hanya ingin membuatnya bangga dihadapan Allah.
Dihadapan para penghuni surga yang lain.

Bahagikah kau disana?

Wahai teman yang selalu kurindukan~

0 komentar:

Posting Komentar