Aku adalah seseorang yang menyebut diriku dengan kata ganti "aku".
Simpel, sederhana, bahkan terlalu
sederhana.
Tidak percaya diri, pesimis, dan naif.
Aku punya banyak kesukaan yang tak disukai
oleh kebanyakan orang.
Menyulitkanku untuk menjalin ikatan dekat
dengan banyak orang.
Bukan diasingkan, hanya saja aku yang
mengasingkan diri.
Bukan salah mereka, ini hanya salahku.
Tapi, selalu ada sahabat baik yang
kegilaannya, kesukaannya lebih langka daripada aku :D
Teramat bahagia memiliki mereka.
Masa lalu adalah roda belakang yang akan selalu mengikutiku kemanapun langkahku.
Aku memutuskan menjadikannya "teman
baik" daripada membencinya.
Semua orang pasti punya masa lalu. Pasti.
Kecuali kita tidak pernah terlahir.
Kecuali kita memang pelupa akut, kecuali
seorang ilmuan ajaib mampu membuat obat penghilang ingatan. Dan kecuali-kecuali
lainnya.
Pada intinya, semua hal yang telah terjadi
tidak akan pernah bisa diubah menjadi tidak terjadi.
Daripada mengutuk masa lalu, aku berpikir
"semua hal yang telah terjadi adalah yang terbaik"
Bagiku dan bagi kau yang juga terlahir dan
hidup
Biarlah Allah melanjutkan rencananya untuk
aku dan kau (semua).
Semua akan berakhir dengan indah, jika
masih buruk, maka itu belum berakhir.
Bagiku.
Aku suka sekali melihat langit.
Segala tentang langit, langit biru, langit
senja, langit malam.
Ciptaan Allah yang sungguh luar biasa.
Entah sampai kapan, aku akan bosan
memandangnya.
Alam ini memang indah.
Aku tidak tau seberapa indah bumi di zaman
dulu ketika manusia serakah belum merambahnya.
Setahuku, kini alam masih tetap sahabatku.
Pantai adalah tempat dimana aku melihat
sebuah kesempurnaan alam.
Angin yang berhembus dengan lembut,
menggiring ombak, menggoyang-goyangkan pohon kelapa.
Ah, kapan kau ajak aku kesana?
Melihat senja bersamamu mungkin akan
mengubah warna kelabuku menjadi terang dalam bingkai masa laluku.
Mempunyai impian dengan awalan "menjadi" adalah hal yang klise bagiku.
Aku lebih suka mengucapkannya dengan kata
"terjadi".
Ada banyak do'a yang aku semogakan
terjadi.
Fokusku pada kejadian yang kuharapkan
terjadi, bukan pada diriku sendiri.
Biarlah aku menjadi diriku saja. Diriku
yang semoga semakin baik dan semakin baik.
Aku juga punya banyak mimpi untukku dan
kau.
Mimpi yang terlalu sederhana.
Saking sederhananya, sampai tidak ada
orang yang memimpikan hal semacam itu.
Biarlah. Itu memang aku.
Hey, kau yang aku tak tau siapa, dimana, bagaimana, kapan, dan mengapa.
Biarlah kegelapan menyelimutimu, sampai
waktu menerangkan sendiri apa definisi "kau".
Sampai bertemu di masa depan~



0 komentar:
Posting Komentar